ITS Disaster Education: Relawan Bencana Alam

Relawan Kebencanaan: Garda Terdepan Penolong Sesama

Nov 26, 2025
Menghadapi kenyataan bahwa Indonesia berada di kawasan rawan bencana adalah hal yang tak dapat dihindari. Menurut World Risk Index 2023, Indonesia menempati peringkat kedua negara paling rentan bencana dari 193 negara di dunia. Terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik dan memiliki 127 gunung api aktif, negeri ini kerap dilanda gempa, erupsi, hingga tsunami. Bahkan, dalam lima tahun terakhir saja, berbagai bencana besar tercatat, seperti erupsi Gunung Merapi pada 2023 yang menelan 24 jiwa, serta banjir Demak-Kudus dan longsor Sumatera Barat pada 2024 yang menyebabkan puluhan korban dan puluhan ribu pengungsi.
Statistik World Risk Index 2023 tentang negara dengan risiko bencana alam tertinggi di dunia

Dalam situasi genting seperti itu, kehadiran relawan kebencanaan menjadi sangat berarti. Berdasarkan Peraturan Kepala BNPB No. 17 Tahun 2011, relawan adalah individu atau kelompok yang secara sukarela membantu penanggulangan bencana. Survei Jepang pasca-Gempa Hanshin 1995 bahkan membuktikan bahwa mayoritas korban selamat berkat bantuan komunitas lokal, bukan hanya tim profesional. Artinya, relawan adalah penyelamat pertama.

Keberanian para relawan dalam membantu korban di tengah situasi darurat

Relawan berperan dalam tiga fase utama, yaitu pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca-bencana. Pada fase pra-bencana, relawan melakukan edukasi, mitigasi, dan simulasi kesiapsiagaan, termasuk pembuatan biopori dan penanaman pohon. Saat bencana terjadi, relawan menjadi garda depan untuk kaji cepat, pencarian dan evakuasi, serta penyediaan kebutuhan dasar seperti logistik, dapur umum, dan layanan kesehatan. Setelah kondisi mereda, fase pasca-bencana dijalankan dengan pengumpulan data, rehabilitasi, dan rekonstruksi fasilitas publik.

Seluruh proses penanganan bencana dijalankan melalui enam klaster utama sesuai Keputusan Kepala BNPB No. 308 Tahun 2024, yaitu klaster pencarian dan pertolongan, pengungsian dan perlindungan, logistik, kesehatan, pendidikan, dan pemulihan. Relawan dengan berbagai latar belakang dapat berperan di dalamnya. Tenaga kesehatan, pekerja sosial, hingga mahasiswa dapat bersatu menjalankan misi kemanusiaan. Ketika semua pihak bergerak bersama dengan koordinasi yang baik, pertolongan dapat tersampaikan lebih cepat dan tepat sasaran.

Pada akhirnya, bencana akan selalu datang tanpa diundang, tetapi kesiapan dapat kita bangun bersama. Jika bukan kita yang siap lebih dulu, siapa lagi?


Mari bergerak, mari belajar, dan mari menjadi bagian dari barisan kemanusiaan.


Jangan lupa juga follow semua akun media sosial BEM ITS untuk update-update keren lainnya seputar prestasi, aksi, dan suara mahasiswa ITS.
Karena dari sini, kita dapat tumbuh dan bergerak bersama! 💪

#Ronakarya #BEMITS #ITSSurabaya

Referensi:


Lihat unggahan Instagram kami berikut.

Klik di sini